Menyikapi Kesuksesan dan Kegagalan
Yang perlu kita sadari, urusan dunia itu sudah ada ketentuannya sejak zaman azali (seblum ada bumi dan langit) Cuma ini rahasia Allah SWT. saat ini tinggal kita manjalani sesuai rencana Allah. penilaiannya bukan pada sukses tidaknya kita usaha. tapi pada benar tidaknya secara syariat kita berusaha dan bagaimana cara kita menyikapi hasil usaha.
Jika rugi apakah kita mau sabar (ikhtiyar lagi dgn cara yang benar, tanpa putus asa) atau kufur (dengan cara berbuat yg dilarang syariat seperti putus asa lalu bunuh diri, lari ke dukun dll) sedangkan ketika sukses apakah kita mau bersyukur (dgn cara thaat) atau kufur dengan cara membelanjakan harta untuk perkara mubadzir dan haram. itu saja pokok masalahnya.
Adapun ikut dan mengamalkan Thariqah fungsinya bukan untuk simsalabim agar sukses, tapi agar kita terbimbing dengan hidayah Allah untuk menyikapi kegagalan dan kesuksesan sesuai aturan Allah SWT yaitu: SABAR atau SYUKUR jangan sampai KUFUR.
Ikhtiyar itu kewajiban kita, taqdir adalah hak prerogatif Allah SWT. jangan sampai kita bertuhan pada usaha kita. dan jangan putus asa karena hilangnya harta. minta lagi kepada pemiliknya - Allah SWT. selama kita DITAQDIRKAN HIDUP, SELAMA ITU PULA ALLAH SEDIAKAN RIZKI dari lautan rahmat-Nya yang tidak ada batas luas dan dalamnya. tinggal bagaimana cara kita menjemputnya?.. ikut aturan atau melanggar?... dan dari situ pula ada pahala dan dosa yang nantinya akan berujung kepada kembali kepada Allah SWT. Dzat Yang Maha Kuasa dan Maha Kaya serta Maha Kasih Sayang terhadap seluruh makhluq-Nya.
- Muhammad Yunus A. Hamid
Komentar
Posting Komentar