Sedikit Tentang Aqidah Thoriqoh & KH Rd Dadang Masduqi Badruzzaman

Sedikit Penjelasan mengenai Aqidah Thoriqoh Attijani


Pegangan ahli thoriqoh Tijani, kesemuanya itu adalah aqidah Ahlus sunnah wal jamaah sebagaimana keputusan hasil mu'tamar thoriqoh tijaniyah di kota fes yang dihadiri para ulama dari tujuh belas negara diantara keputusannya adalah

"Sesungguhnya aqidah ahli tashawuf-tijaniyah yang mulia , adalah tetap dalam perjalanan aqidah yang khusus yaitu aqidah ahlus sunnah wal jamaah"

Adapun definisi ahlus sunnah waljamaah adalah :

"Ahlus sunnah wal jamaah itu ialah : Orag-orang yang memegang sunnah nabi Muhammad SAW dan memegang sunnahnya Khulafaur Rosyidin setelah nabi Muhammad SAW wafat"

Umat Nabi Muhammad SAW terdiri atas 73 golongan. dari 73 golongan tersebut yang selamat hanya golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, sedangkan golongan sisanya yaitu 72 golongan masuk kedalam neraka.
Sebagaimana hadist dalam kitab MIRQOTUL-MAFATIH syarah dari kitab MISYKATUL-MASHABIH juz awal, halaman 203"

"Dari Abdillah Ibni Umar berkata: Bersabda Rosululloh SAW: Pasti bakal datanglah kepada kami sebagaimana telah datang kepada Bani Isroil, ikutan seebelah sandal di ikuti dengan sandal sebelah lagi (selangkah demi selangkah), sehingga andaikata daripada mereka itu terjadi ada seseorang yang menzinahi ibunya sendiri secara terang-terangan, niscaya pada umat kamipun akan ada terjadi yang berbuat demikian. Dan sesungguhnya bani isroil sudah pecah menjadi tujuh puluh dua golongan, malah bakal berpecah umat kami menjadi tujuh puluh tiga golongan, yang kesemuanya masuk neraka, kecuali satu golongan islam yang akan masuk surga. Para sahabat bertanya :" golongan mana yang akan selamat ya Rosullaloh? Sabda rosul : golongan yang satu iyu ialah orang-orang yang mengikuti aku dan mengikuti sahabat-sahabatku dalam i'tikad, perkataan dan perbuatannya. (HR. Riwayat Tirmidzi)

Pendapat para Ulama dalam kitab MIRQOTUL-MAFATIH syarah dari kitab MISYKATUL-MASHABIH juz awal, halaman 204 yang dimaksud : "ma anaa 'alaihi wa ashaabi" yaitu golongan yang satu yang tetap mengikuti kami beserta sahabat-sahabat kami dalam i'tikad, perkataan dan perbuatan.

"Yang disebut ahlul millatil wahidah yaitu orang-orang yang mengikuti sesuatu yang ada pada kami dan pada sahabat-sahabat kami dalam i'tikad, perkataan dan perbuatan yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk , memegang pada sunnahku dan sunnah khulafaur rosyidin setelah kami, maka mereka tidak syak dan tidak ragu-ragu lagi, bahwa mereka itulah "Ahlus sunnah wal jamaah".

Lalu Sekilas Tentang KH Raden Dadang Masduqy yangmana beliau salah satu yang konon katanya terhubung sanad talqin denga Habib Luthfi dalam Thariqah Tijani selain Mbah KH Sa'id bin Armiya Tegal


Sekilas sejarah mengenai Sesepuh Pesantren Alhasbie darul mukarom (Muqoddam Thoriqoh Attijani Jawa Barat) yakni KH. Raden Dadang Ridwan Masduqi Badruzzaman

KH. Raden Dadang Ridwan Masduki Badruzzaman dilahirkan di Cirebon tepatnya di Kecamatan Palimanan. Ketika ayah beliau Syeikhuna Badruzzaman dengan ibunya Hajjah Raden Siti Zenab sedang berada di kediaman/pesantren yang dipimpin oleh Almukarrom Al’alaamah Almarhum Almagfurlah KH. Masduqi Balerante yang merupakan bapak dari Hajjah Raden Siti Zenab dan mertua sekaligus guru dari Syeikhuna Badruzzaman.

Beliau adalah putra kedua dari Syeikhuna Badruzzaman serta merupakan adik kandung dari KH. Raden Momod Ismail Badruzzaman (alm), beliau besar dilingkungan pesantren yang didirikan oleh kakek nya (KH. Masduqi Balerante) dan sampai setengah perjalanan hidup beliaupun dihabiskan untuk mengaji dari pesantren kepesantren diseluruh pelosok pulau Jawa. Setelah diyakini mumpuni dalam hal Ilmu agama, beliaupun diminta untuk menikah oleh ayahnya dengan Hajjah Imas Sofiah (almh) yang merupakan putri dari rekan seperjuangannya yakni KH. Hasbulloh Rancamaya (Mama Rancamaya). Setelah menikah beliaupun tinggal dan bermukim di rancamaya untuk membantu mertuanya memimpin Pondok Pesantren Alhasbie Darul Mukarom.

Namun, hanya berselang satu tahun setelah menikah beliau diminta oleh kakak nya KH. Raden Momod Ismail Badruzzaman (alm) dan paman nya KH. Raden Otong (alm) (dari pihak ibu) untuk meminpin Pondok Pesantren Sirnagalih Mulabaruk (dengan alasan perjuangan Thoriqoh). Selang beberapa tahun beliau diminta lagi oleh mertuanya KH. Hasbulloh Rancamaya (Mama Rancamaya) untuk pindah kembali supaya berjuang bersama-sama untuk mengembangkan pesantren dan menyebarkan Thorqoh Attijani di Pesantren Cicurug dan Pesantren Alhasbie Darul Mukarom sampai sekarang.

Nasab KH. Raden Dadang Masduqi Badruzzaman
dari pihak Ayah
KH. Raden Dadang Masduqi Badruzzaman

Syeikhuna Badruzzaman 

Kyai Haji Faqih 

Kyai Muhammad Ro’i 

Kyai Abu Qo’im 

Kyai Irvan 

Syeikh Fakaruddin 

Syeikh Nurfaqih 

Syeikh Nurkamaluddin                

Syeikh Kamaluddin

Sulton Amir

Pangeran Wangsakerta

Panembahan Girilaya

Pangeran Dipatianom Cirebon

Panembahan Ratu

Pangeran Dipati Cirebon

Pangeran Pasarean Adipati Muhammad Arifin

Syeikh Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung jati Cirebon)

dari pihak Ibu
Raden Hajjah Siti Zenab
   
Kyai Masduki Balerante               

Kyai Ismail                  

Syeikh Ummar

Syeikh Zamachsyari

Pangeran Dipatianom Cirebon

Pangeran Dipati Cirebon

Pangeran Pasarean Adipati Muhammad Arifin

Syeikh Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung jati Cirebon)
                                

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki seorang Tijani?

Mursyid atau Muqaddam?

DOA MEMINUM AIR ( dengan izin Allah membawa manfaat luar biasa )