Selayang Pandang
TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
Mengenal Pemimpin Seluruh Raja para waliyullah Sayyidinaa SYAIKH Ahmad bin Muhammad AL-HASANI AT-TIJANY رضي الله عنه.بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمدن الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم..
Pernyataan Sayyidi Syeikh Ahmad At TIJAANIY RA bahwa Beliau adalah Al Khatmul Auliya' Al Quthbul Maktum,
Diceriterakan dalam kitab Rimah (cetakan terbaru) jilid: 2 halaman 496, bersumber dari ceritera Sayyidi Muhammad Al Ghali Abu Thalib ra. bahwa pada suatu malam di hadapan para murid murid beliau yang berkumpul di zawiyahnya, Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra, memanggil Sayyidi Syeikh Muhammad Al ghali Abu Thalib ra. dia adalah salah satu sahabat besar beliau yang terkenal kealiman dan ketinggian pangkat, himmah serta kewaliannya. Dia juga tergolong syurafa' (kata tunggalnya syarif), yaitu sebutan bagi mereka yang tergolong keturunan Rasulullah SAW dari Sayyidah Fathimah Az Zahra Al Batuul ra. dengan suaminya Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallaahu wajhahu. Dia juga termasuk sahabat Sayyidi Syeikh yang berani bertanya jika ada hal hal yang memang perlu untuk ditanyakan. Ketika beliau sudah hadir dan para sahabat besar yang lain juga berkumpul, Sayyidi Syeikh minta persaksian dan mengatakan:
قَدَمَايَ هَتَانِ عَلَى رَقَبَةِ كُلِّ وَلِيِّ للهِ تَعَالَى
"Kedua kakiku ini berada diatas pundak semua Wali Allah SWT"Sayyidi Syeikh Muhammad Al Ghali Abu Thalib ra bertanya, "Ya Sayyidi, apakah tuan berada dalam keadaan tetap sadar atau dalam keadaan tidak sadar dan hilang akal?".. Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra, menjawab:
بَلْ أَنَا فِى الصَّحَو وَالبَقَاءِ وَكَمَالُ العَقْلِ, وَللهِ الحَمْدُ وَالْمِنَّةِ
"Bahkan saya berada dalam keadaan sehat dan tetap sadar serta akal yang sempurna, dan bagi Allah segala puji dan karunia".Lalu Sayyidi Muhammad Al Ghali ra bertanya lagi: lalu bagaimana pendapat Tuan tentang pernyataan Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ra yang menyatakan:
قَدَمِي هَذِهِ عَلَى رَقَبَةِ كُلِّ وَلِيِّ للهِ تَعَالَى
"Satu kakiku ini berada diatas pundak semua Wali Allah SWT"Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu menjawab:
صَدَقَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ يَعْنِي أَهْلُ عَصْرِهِ,وَأَمَّا أَناَ فَأَقُولُ قَدَمَايَ هَتَانِ عَلَى رَقَبَةِ كُلِّ وَلِيِّ للهِ تَعَالَى مِنْ لَدُنَّ أَدَمَ اِلَى النُّفِخَ فِى الصُّوْرِ
"Benar (pernyataan) Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ra itu. Maksudnya untuk para auliya' yang hidup pada zaman beliau. Sedangkan (khusus) aku, maka aku katakan: "Kedua kakiku ini berada diatas pundak semua Wali Allah SWT sejak Nabi Adam as sampai ditiupnya sangka kala (kiamat)".Maksudnya Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ra adalah Sulthanul Auliya' pada zaman beliau masih hidup, adapun setelah beliau wafat maka jabatan itu pindah kepada Wali Quthub berikutnya. Karena dalam setiap zaman harus ada 124000 wali, dan yang memegang pucuk pimpinan adalah seorang Wali Quthub.
Lalu Sayyidi Muhammad Al Ghali Abu Thalib ra bertanya lagi: Bagaimana Ya Sayyidi, jika suatu saat nanti ada orang lain berkata seperti yang tuan katakan: Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu menjawab
لاَيَقُولُهُ أَحَدٌ بَعْدِي
"Tak seorangpun yang akan berkata seperti ini setelahku"Lalu Sayyidi Muhammad Al Ghali ra bertanya lagi: Ya Sayyidi, Tuan mempersempit kesempatan atas turunnya rahmat dan karunia Allah Yang Maha Luas. Bukankah Allah itu Maha Kuasa untuk memberi futuh kepada seorang Wali, lalu Dia memberinya ; fuyudhat, tajalliyat, minnah, ma'rifah, ilmu ilmu, hikmah, asraar, taraqqiyaat dan ahwal yang lebih banyak dari pada yang diberikan kepada tuan?... Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu menjawab:
بَلَى قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ وَأَكْثَرَ مِنهُ وَلَكِنْ لاَ يَفعَلُهُ لِأَنَّهُ لَمْ يُرِدْهُ, أَلَمْ يَكُنْ قَادِرًا عَلَى أَن يَنْبِئُ أَحَدًا وَيُرسِلُهُ إِلَى الخَلقِ وَيُعطِيَهُ أَكثَرُ مِمَّا أَعْطَى مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ, وَهَذَا مِثْلُ ذَلِكَ مَا أَرَدَهُ فِى الأَزَلِ وَلَمْ يُسَبِقُ فِيهِ عِلْمُهُ تَعَالَى.(رماح : 2 \ 496)
"Benar, Allah SWT berkuasa berbuat seperti itu bahkan yang jauh lebih besar sekalipun. Tapi tidak akan dilaksanakan karena Allah tidak menghendakinya, Bukankah Allah SWT berkuasa untuk mengangkat seorang Nabi (lagi) dan diutus untuk makhluk-Nya dan memberinya karunia yang lebih banyak dari pada yang diberikan kepada Rasulullah SAW? Dan itulah perumpamaannya. Allah tidak menghendaki sejak zaman azali (sebelum alam ada), dan hal tersebut tidak tercantum (terencana) dalam ilmu Allah SWT". (Rimah cetakan terbaru: Jilid 2 halaman: 496)Catatan penting:
Dipanggilnya Sayyidi Syeikh Muhammad Al Ghali Abu Thalib sebagai saksi, mempunyai makna yang sangat besar sekali. Karena masalah yang akan dikabarkan oleh beliau adalah masalah dan tanggung jawab sangat besar, maka dalam hal ini dibutuhkan saksi saksi dari orang orang besar dan punya pengaruh yang besar pula. Gunanya adalah untuk kepentingan masa depan, agar tidak ada fitnah dan pelecehan.
Dalam berbagai kesempatan, Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra, telah memberikan berbagai penjelasan tentang Al Khatmul Auliya', Al Quthbul Maktuum, baik berupa sifat sifat maupun keutamaannya diantara para awliya'. Diantara penjelasan penting yang menggambarkan betapa tingginya kedudukan beliau disisi Allah SWT dan Rasulullah SAW dan perbandingannya dengan para awliya' yang lain berikut ini kami kutip secara berturut turut sebuah penjelasan yang terdapat dalam ktab Al Khalashatul waafiyah halaman 76 sebagai berikut:
أَمَّا فَضْلُ الشَّيخِ سَيِّدَناَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ فَهُوَ شَهِيرٌ وَظَاهِيرٌ كَاالشَّمسِ فِى وَسَطِ السَّمَاءِ فَهُوَ القُطْبُ الْمَكْتُومِ وَالكَنْزُ الْمُطَلْسَمِ وَالخَاتِمِ لِلأَقطَابِ الْمُحَمَّدِيِّينَ وَالأَولِيَاءِ الصَّالِحِينَ، فَلَيسَ لِوَلِيٍّ مِنَ الأَولِيَاءِ مَرْتَبَةً تُسَاوِي مَرتَبَتُهُ وَلاَ مَقَامَ أَسْمَى وَأَرْفَعُ مِنْ مَقَامِهِ وَلاَ مَشْرَبَ أَوسَعَ وَأَتَمَّ مِنْ مَشْرَبِهِ, فَمَشْرَبُهُ جَامِعُ لِجَمِيْعِ مَشَارِبِ الطُرُقِ, فَهُوَ مُخْتَصُّ بِهِ رَضِيَ اللهٌ عَنْهُ. (الخلاصة الوافية: 76)
"Adapun keutamaan Syeikh Sayyidina ra, sebenarnya samgat terkenal dan terang benderang bagaikan matahari di tengah cakrawala langit. Dia adalah Al Quthbul Maktuum (wali quthub yang dirahasiakan), dan gudang rahasia (uluhiyah dan rabubiyah), dan penutup bagi martabat para wali quthub dari ummat Nabi Muhammad SAW, dan para wali yang shalih, maka tak ada seorang walipun yang punya martabat sebanding dengan martabat beliau, dan tidak ada maqam yang lebih mulya dan lebih tinggi dari maqam beliau, dan tidak ada masyrab (telaga ilmu kewalian) yang lebih luas dan lebih sempurna dari masyrab beliau, sedangkan masyrab beliau adalah kumpulan dari masyrabnya seluruh thariqah, dan hal tersebut dikhususkan untuk Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu". (Al Khalashatul Waafiyah:76)Berikut ini kami kutip beberapa pernyataan beliau berkaitan dengan tugas dan haliyah Al Quthbul Maktuum, antara lain:
.
قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ وَنَفَعَنَا بِأَسْرَارِهِ وَعُلُومِهِ : قَدْ أَخبَرَنيِ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ بِأَنِّي القُطبُ الْمَكتُومِ مِنْهُ إِلَيَّ مُشَافَهَةً يَقْظَةً لاَمَنَامًا(رماح: 2 \495)
Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu, dan semoga kita mendapat manfaat dari asrar dan ilmunya: Benar benar telah mengabarkan kepadaku Sayyidul Wujud Rasulullah SAW bahwa sengguhnya aku adalah Al Quthbul Maktuum, (kabar ini) disampaikan langsung dari beliau kepada saya dalam keadaan sadar (yaqadzah) bukan dalam mimpi".(Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).وَسُئِلَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ مَا مَعْنَى الْمَكتُومُ؟ فَقَالَ هُوَ الَّذِي كَتَمَهُ اللهُ عَنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ حَتَّى الْمَلاَئِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ إِلاَّ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهُ عَالِمٌ بِهِ وَبِحَالِهِ وَهُوَالَّذِي حَازَ كُلُّ مَاعِنْدَ الْأَولِيَاءِ مِنَ الكَمَالاَتِ الإِلَهِيَّةِ, وَاحْتَوَى عَلَى جَمِيْعِهَا(رماح: 2 \495)
Dan ditanya Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu tentang apa maksud / makna Al Maktuum?... Beliau menjawab: Dia (adalah wali) yang dirahasiakan oleh Allah dari (pandangan dan pengetahuan) seluruh mahluk-Nya. Bahkan para malaikat dan para nabi (tidak diberi tahu). Kecuali Sayyidul Wujud Rasulullah SAW. Sesungguhnya beliau mengetahui (siapa wali Al Maktuum) itu dan juga tahu tentang hal ihwalnya. Dan Dialah (Al Maktuum) yang menghimpun semua kesempurnaan sifat ilahiyah yang ada pada para wali dan menjadi penjaga bagi semuanya. ".(Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ: أَنَا سَيِّدُ الأَولِيَاءِ كَمَا أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الأَنْبِيَاءِ. (رماح: 2 \495)
Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu: "Aku adalah penghulu bagi para wali sebagaimana Rasulullah SAW sebagai penghulu bagi para nabi. (Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ وَأَرْضَاهُ: لاَيَشْرَبُ وَلِيٌّ وَلاَيَشْقَى إلاَّ مِنْ بَحرِنَا مِنْ نَشَأَةِ العَالَمِ إِلَى النُّفِخُ فِى الصُّورِ. (رماح: 2 \495)
Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu wa ardhaahu: "Tak seorang walipun yang minum atau mengambil ilmu kewalian, kecuali ia mengambil dari lautan ilmu kewalianku, sejak permulaan alam diciptakan sampai ditiupnya sangkakala". (Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).وَقَد ثَبَّتَ عَن شَيخِنَا رَضِيَ اللهُ عَنهُ أَنَّ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَخبَرَهُ يَقظَةً بِأَنَّهُ الخَتْمُ الْمُحَمَّدِي الْمَعْرُوفُ عِندَ جَمِيْعِ الأَقْطَابِ وَالصِّدِّقِينَ. بِأَنَّ مَقَامَهُ لاَمَقَامَ فَوقَهُ فِى بِسَاطِ الْمَعْرِفَةِ بِاللهِ تَعَالَى وهَذَا الخَتْمُ هُوَ الْمُتَلَقَّى لِجَمِيْعِ مَا يُفِيْضُ مِنْ ذَوَاتِ الأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ مِنَ الإِمْدَادِ وَهُوَ الْمُفِيْضُ لِتِلْكَ الإِمْدَادِ عَلَى جَمِيْعِ الأَوْلِيَاءِ وَإِنْ لَمْ يَعْلَمُوا بِهِ. وَفَضْلُ سَيِّدُنَا الشَّيْخِ رَضِيَ اللهُ عَنهُ لاَيُحْصِرُ بِالْعَدَدِ وَلاَ يُدْرِكُ بِالقِيَاسِ وَلاَيُحِيْطُ بِهِ الأَقْلاَمُ وَلاَ يَعْلَمُ حَقِيقَةُ فَضْلِهِ إِلاَّ الله اَلَّذِي تَفَضَّلَ بِهِ عَلَيْهِ وَرَسُولِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ. (الخلاصة الوافية: 76)
"Dan benar benar telah ditetapkan, (sebuah) kabar dari Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu, bahwa sesungguhnya Sayyidul wujuud SAW memberinya kabar dalam keadaan sadar (bukan mimpi) bahwa dia adalah Al Khatmul Auliya' yang terkenal di kalangan para wali quthub dan para shiddiqiin. Bahwa sesungguhnya maqam beliau adalah maqam yang tidak ada lagi maqam diatasnya dalam masalah kema'rifahan kepada Allah SWT, dan (pemilik maqam) Al Khatmu ini adalah Dia yang menerima langsung (aliran) madaad yang turun dari para nabi alaihimus shalatu was salaam, dan dia pula yang membagi (aliran madad) tersebut kepada para setiap wali (quthub) walaupun mereka tidak tahu (hal tersebut). Dan keutamaan Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu tidak terhitung lagi jumlahnya, dan tidak bisa dijangkau dengan berbagai perumpamaan, dan tidak akan mampu ditulis dengan pena, dan tidak ada yang tahu hakekat keutamaannya kecuali Allah SWT yang memberikan keutamaan tersebut dan Rasulullah SAW". (Al Khalashatul Waafiah :76
===================================
Sore itu selepas ashar berjamaah di Zawiyah Tarbiyah At Tijaniyah Jakarta saya diskusi berdua dengan abah KH Muhammad Yunus A. Hamid
"salah satu amalan harian Habib Jafar Al Baharun ialah shilaturahim ke berbagai tempat ikhwan dan satu hari bisa wadzifah di 5 tempat berbeda"
Usai berkata itu beliau menyeruput kopi hitam jahe hangat jahe y...
"Masya Allah... Luar biasa ya stamina habib jafar abah... Lalu bagaimana jika ikhwan sesama ikhwan saling shilaturahim ke rmh mereka ya abah?"
Tanya saya dan juga sambil menikmati kopi dan cemilan yang terhidang sore itu
"Sayyidi Syekh Ahmad At tijani pernah mengatakan kedudukan atau Maqom Ikhwan Tijani kelak diakhirat di atas para Wali Qutub dikarenakan ikhwan tijani didalam barisan Khotamul Auliya Wal Qutbul Maktum.
Ikhwan Tijani yang mengetahui hal ini seharusnya memahami saat ada ikhwan yng datang ke rmh mereka maka seperti dapat kebahagiaan besar ke rmh mereka karena tingginya martabat ikhwan tijani
Apalagi jika mereka saling shilaturahim dan wadzifah jamaah bisa menyelamatkan puting beliung dalam rumah tangga ikhwan"
Ucap beliau dengan senyuman ya dan tangan yang memegang tasbih
"puting beliung dalam rumah tangga bagaimana abah?" tanya saya kembali
"puting beliung itu ialah berbagai konflik dalam rumah tangga...maka dengan dibacakan dzikir wadzifah yang terdiri dari istighfar, shalawat fatih, tahlil dan shalawat jauharatul kamal akan membawa kebahagiaan di dalam rumah tangga itu"
Masya Allah ilmu baru saya peroleh kembali... Hari itu memang bukan hari jumat yang biasa ikhwan biasa berkumpul berdzikir
Maka semakin sering ke zawiyah dan belajar bersama Muqoddam maka akan bertambah pula ilmu yg diberikan sayyidi syekh ahmad at tijani kepada para ikhwan
Al faqir
===================================
ٕ﷼Beautiful Azan illa Billah.... Selamat menikmati lantunan Azan yang Paliiiing merduu oleh Qori Muda Sulthan Zen bin Ahmad RadenOgan Alhafizh Tijaaniyah di PALEMBANG SUM-SEL DARUSSALAM.
﷼kultum spesial tentang Cahaya Noer Mahkota Tijaaniy.
Tertulis di dalam kitab-kitab Thoriqot Tijaani bahwa di atas kepalanya Para Ikhwan/ Pengamal Thareqat Tijaani terdapat MAHKOTA DARI CAHAYA yang bertuliskan :
"الطريقة التجانية منشئها الحقيقة المحمدية"
(Thareqat Tijaniah, Pendirinya adalah Hakikat Muhammadiyyah)Di antara dua mata para pengamal Thareqat Tijani tertulis
"محمد رسول الله"
Sedangkan di hati pengamal Thareqat Tijani bertuliskan
"محمد بن عبد الله"
Tetapi mahkota Noer Cahaya dan tulisan tersebut, hanya bisa dilihat orang yang dibukakan oleh ALLAH SWT (kasyaf) dan memiliki mata hati yang tajam.
===================================
هذه الطريقة بإذن والإزجة الشيخ العالم عثمان الضامري رحمه الله تعالى ونفع به آمين
BIOGRAFI SAYYIDINAA SYAIKH AHMAD BIN MUHAMMAD AL-HASANI AT-TIJAANIY RA :
اذا سمعتم عنى شيأ فزنوه بميزان الشرع فما وافق فخدوه وما خالف فاتركوه
"Apabila Kamu Mendengar Apa Saja Daripadaku, Maka Timbangkanlah Ia Dengan Neraca Syari'at. Apabila Ia Bertepatan, Maka Kerjakanlah & Apabila Ia Bersalahan,Maka Tinggalkanlah." [Jawahir al-Ma'ani wa Bulugh al-Ma'ani (juz 1, hlm.95) Ali Harazim]Menurut cucunya yang kelima yang bernama Syeikh Jubayr bahwa :
Syeikh Ahmad al-Tijani (1150-1230 H., 1737-1815 M.) dilahirkan pada hari kamis tanggal 13 Shafar tahun 1150 H. (1737 M.) di `Ain Madi, suatu desa terkenal disahara timur Maroko
Syeikh Ahmad al-Tijani memiliki nasab sampai kepada Rasulullah saw. Sebagaimana berikut :
1. Abul Abbas Ahmad, bin أبوالعبّاس أحمد بن
2. Muhammad Abu Amr, bin محمّد الملقب بأبي عمرو بن
3. Mukhtar, bin المختار بن
4. Ahmad, bin أحمد بن
5. Muhammad, bin محمّد بن
6. Salim, bin سالم بن
7. Al-Id, bin العيد بن
8. Salim, bin سالم بن
9. Ahmad al `Alwani, bin أحمد الملقب بالعلواني ين
10. Ahmad, bin أحمد بن
11. Ali, bin على بن
12. Abdullah, bin عبدالله بن
13. Abbas, bin العبّاس بن
14. Abdul Jabbar, bin عبد الجبّار بن
15. Idris, bin إدريس بن
16. Idris, bin إدريس بن
17. Ishaq, bin إسحاق بن
18. Zainal Abidin, bin زين العابدين بن
19. Ahmad, bin أحمد بن
20. Muhammad An Nafsuz Zakiyyah, bin محمّد الملقب بالنفس الزكيّة
21. Abdullah al-Kamil, bin عبدالله الكامل بن
22. Hasan al-Mutsanna, bin الحسن المثنى بن
23. Hasan As Sibthi, bin الحسن السبط
24. Ali bin Abi Thalib wa Sayyidah Hababah Fatimah al-Zahra
25. Sayyidina Muhammad Rasulullah saw
dari pihak ibu ialah :
1. Abul Abbas Ahmad, bin أبوالعبّاس أحمد بن
2. Sayyidah `Aisyah, binti السيدة عائشة بنت
3. Sayyid Jalil abi Abdillah Muhammad, bin السيد الجليل أبي عبدالله محمّد بن
4. As Sanusi Attijaani Al Madhowi السنوسى التجانى المضاوى
kata-kata Attijani merupakan kata nisbah kepada suatu negeri terkenal bernama Tijanah, kabilah tijanah adalah keluarga syeikh tijani ra. dari pihak ibu beliau dan pada kabilah inilah lebih dikenal sebutan marga beliau sehingga lazim disebut dengan " Tijani " sedangkan kata " Al madhowi " merupakan nisbat kepada `Ain madhi, suatu desa terkenal di sahara timur Maroko. di desa inilah syeikh Tijani ra. dilahirkan pada hari kamis tanggal 13 Shafar 1150 H. Dengan karunia Allah yang melimpah .
beliau telah hafal Al-Qur`an dengan baik sejak usia 7 tahun. kemudian menguasai ilmu pengetahuan yang di terjuni, sampai beliau dapat mengajar dan berfatwa dalam usia mudayaitu belum mencapai usia 20 tahun
Syeikh Ahmad attijani ra. sangat menguasai semua ilmu pengetahuan . apabila di tanya tentang sesuatu masalah dengan cepat beliau menjawabnya seolah melihat papan jawaban di depannya.
sebagai seorang `ulama besar dan mufti syeikh ahmad attijani ra. benar-benar memiliki motivasi belajar yang tinggi hal itu terbukti dengan kegigihannya didalam berguru kepada setiap orang yang telah mencapai tingkat `Allamah, Darrokah.
Dampak yang diperoleh dari liku-liku kehidupan tersebut telah membawa diri beliau mendapatkan karunia Allah yaitu Mahabbah peningkatan kwantitas ibadah sekaligus merupakan peningkatan amalan shufiyyah ( wilayah ).
Disamping itu syeikh ahmad attijani ra. Juga sering melakukan ziaroh silaturrohim kepada para `ulama berpangkat luhur ( Kubbaro ) dan juga kepada para wali Allah ( Hukama ). Kesan yang diperoleh dari para wali yang dikunjungi yaitu terungkap dalam suatu pembicaraan diantara mereka bahwa syeikh ahmad attijani ra. akan mencapai tingkat derajat yang agung disisi Hadhroh Allah Swt. serta akan menjadi cahaya sebagai panutan para hamba Allah yang ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
puncak kebahagiaan pertama yang di alami syeikh , setelah beliau memperoleh ijazah dari para wali yang di implementasikan dalam berbagai bentuk wirid disertai mujahadah ( berjuang dengan cara memejamkan mata dalam melihat cahaya Allah disertai sysyarat-syarat tertentu dalam bermujahadah lihat kitab roudhotut tholibin imam ghozali ra. ) dan memperbanyak amalan ibadah shalat sunnah, puasa, melanggengkan wudlu dan uzlah ( menyepi di dalam masjid ) adalah bisa bertemu dengan Rasulullah Saw. dalam waktu jaga dan sadar, bahkan langsung berdialog dan bermusyafahah ( bersalaman ). pada saat bertemu muka dengan Rosulullah Saw.
Syeikh ahmad attijani diberi wirid :
- Istigfar 100x
- Sholawat 100x
peristiwa besar ini , lazim kita kenal dengan sebutan " Al-Fathul Akbar " yang terjadi pada tahun 1196 H. sewaktu beliau melakukan perjalanan dari Tilimsan ke syalalah dan Aby Samghun, syalalah dan Aby Samghun adalah dua desa yang berdekatan di sahara timur syeikh tijani bersama keluarganya tinggal di syalalah sampai pada tahun 1199 H yang kemudian ke aby samghun , pada waktu itulah syeikh ahmad attijani mendapat izin penuh dari Rosulullah Saw. untuk menalkinkan wirid Thoriqoh kepada setiap orang islam laki-laki dan perempuan yang memohonnya. wirid pertama inilah yang merupakan embrio ( cikal bakal ) Thoriqoh Tijaniyyah, yang kemudian jamaah Thoriqoh Tijaniyyah populer menyebutnya dengan nama wirid lazim.
Akhirnya wirid lazim pada tahun 1200 H. oleh Rosulullah Saw. Disempurnakan dengan :
- Istigfar 100x
- Sholawat 100x
- Dzikir Haylalah 100x
secara kronologis wirid lazim merupakan embrio yang juga sekaligus motivator bagi kelanjutan pengembangan amalan ilmu dan semua wirid berikutnya dalam wawasan yang lebih luas bagi para ulama tijaniyyah semasa syeikh Tijani ra. masih hidup.
ditinjau dari prosedur sebagaimana thariqoh Tijaniyyah ini diperoleh maka para ulama telah mengategorikan Thoriqoh Tijaniyyah ini kedalam thoriqoh Barzakhiyyah yang berarti mendapat ijazah langsung dari Rosulullah Saw. dikala beliau telah berpindah ka alam barzah yaitu setelah wafat.
Dalam hal ini , maka banyak sekali dari jamaah sahabat syeikh Ahmad Tijani ra. melakukan ibadah semalam suntuk. semua itu karena anjuran tegas dari syeikh ahmad Tijani ra. bahkan pernah dari sebagian diantara sahabt beliau datang dengan maksud memohon dispensasi ( keringanan ) lalu berkata : " sayyid...saya tidak mampu bangun sebelum terbit fajar ". bahkan sering kali saya terlambat mengerjakan shalat sampai terbit matahari, yang demikian ini sulit bagi saya untuk melepaskannya. lalu sayyid ahmad Tijani ra. berkata :
أنت رجل لاتصلح لطريقتنا فاطرح سبحتنا عنك ( بغية المستفيد ص : 385 ) هـ
" Kamu seorang yang tidak pantas mengamalkan Thoriqoh kami. karena itu, lepaskanlah wirid kami dari kamu ".
( Bughyatul Mustafid hall.385 ).
===================================
KEUTAMAAN SHOLAWAT AL-FATIH
﷼SHOLAWAT AL-FAATIH memiliki 8 keutamaan, di bawah ini hanya keutamaan pada martabat yang pertama saja, sedangkan yang lainnya dirahasiakan oleh Allah SWT, diantaranya adalah:1. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x setiap hari dijamin hidup bahagia dunia dan akhirat
2. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x menghapus semua dosa
3. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x menyamai pahala ibadah semua makhluk di alam semesta ini 6000x lipat
4. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x menyamai pahala sholawat yang dibaca oleh seluruh makhluk dari awal diciptakan sampai sekarang 600x lipat
5. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x setiap hari, dijamin mati membawa iman (husnul khotimah).
6. Membaca Shalawat Al-Fatih 10x di malam jum’at lebih besar pahalanya daripada ibadah seorang wali yang tidak membaca Shalawat Al-Fatih selama 1 juta tahun.
7. Pahala Shalawat Al-Fatih dapat menutupi dan mengganti kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap orang lain, sehingga ia dapat mengganti tuntutannya di hari kiamat.
8. Membaca Shalawat Al-Fatih 100x di malam jum’at menghapus dosa 400 tahun.
Syekh Ahmad At-Tijany ra. berkata: ”Keistimewaan Shalawat Al-Fatih sangat sulit diterima oleh akal, karena ia merupakan rahasia Allah SWT yang tersembunyi. Seandainya ada 100.000 bangsa yang setiap bangsa itu terdiri dari 100.000 kaum, dan setiap kaum terdiri dari 100.000 orang, dan setiap orang diberi umur panjang oleh Allah SWT sampai 100.000 tahun, dan setiap orang bersholawat kepada nabi setiap hari 100.000 x, semua pahala itu belum dapat menandingi pahala membaca Shalawat Al-Fatih 1x.
Inilah RAJA SHOLAWAT/ SHOLAWAT AL FAATIH :
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
۞ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞
۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞
۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞
۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞
۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞
۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ ۩
Allohumma Sholli ‘Alaa Sayyidina Muhammadin
Al Faatihi Limaa Ughliqo
Wal Khootimi Limaa Sabaqo
Naa Shiril Haqqi Bil Haqi
Wal Haadii ilaa Shiroothikal Mustaqiim
Wa ‘Alaa Aalihi Haqqo Qodrihi Wa Miqdaarihil ‘Azhiim.
===================================AWROD THORIQOH BAGINDA ROSULULLAH SAW/ THORIQOH TIJAANIYYAH.
Amalan Wirid Thoreqoh At-Tijaniyah terdiri dari 3 (tiga) UNSUR POKOK, yaitu : Istighfar, Sholawat, dan Tahlil.
3 (Tiga) unsur pokok tersebut dijabarkan dalam 3 (tiga) jenis wirid, yaitu sebagai berikut :
*tiap muqaddam beda tata caranya, hal tersebut tidak mengapa asal unsur pokok terpenuhi
A. Wirid LazimahCara melakukan Wirid Lazimah (pagi dan sore)
- Membaca Surat Al-Fatihah Sebanyak 7 kali
- Membaca Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ 100x
- Membaca Shalwat dengan berbagai macam Shighotاَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 100x
Atau lebih utama membaca Sholawat Fatih
100 اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَ الْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَ الْهَادِى إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَ عَلَى اَلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَ مِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِx
- Membaca Tahlil.
لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ 99 x
لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ عَلَىْهِ سَلَامُ اللّٰهِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 1 x
ٰWirid Lazimah ini dibaca 2 kali dalam sehari yaitu setelah shubuh sampai waktu dhuha dan setelah 'ashar sampai isya'.
Jika murid Thoreqot Tijaniyah dalam keadaan sibuk, maka boleh dibaca yang pagi sampai sebelum maghrib, sedangkan yang sore sampai sebelum shubuh.
Barang siapa yang sudah mengambil wirid ini, maka tidak diperbolehkan meninggalkannya secara menyeluruh, tidak boleh meremehkannya. Jika hal ini dilakukan, maka dia akan mendapatkan siksa ('uqubah) dan kerusakan (Al-Halk) dari Alloh SWT. (Kitab Jawahirul Ma’ani juz 1 hal 91).
B. Wirid Wadhifah
Cara melakukan Wirid Wadzifah
- Membaca niat untuk melakukan Wirid Wadhifah
- Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali
- Membaca Sholawat Fatih 3 kali
- Membaca Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَااِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ 30 x
- Membaca Sholawat Fatih 50 kali
- Membaca tahlil
لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ 99 x
لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ عَلَىْهِ سَلَامُ اللهِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 1 x
- Membaca Sholawat Jauharotul Kamal
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى عَيْنِ الرَّحْمَةِ الرَّبَّانِيَّةِ وَالْيَاقُوْتَةِ الْمُتَحَقِّقَةِ الْحَائِطَةِ بِمَرْكَزِ الْفُهُوْمِ وَالْمَعَانِى وَ نُوْرِ الْأَكْوَانِ الْمُتَكَوِّنَۃِ الْآدَمِىِّ صَاحِبِ الْحَقِّ الرَّبَّانِىِّ الْبَرْقِ الْأَسْطَعِ بِمُزُوْنِ الْأَرْيَاحِ الْمَالِئَةِ لِكُلِّ مُتَعَرِّضٍ مِنَ الْبُحُوْرِ وِالْأَوَانِيْ وَنُوْرِكَ اللَّامِعِ الَّذِيْ مَلَأْتَ بِهِ كَوْنَكَ الْحَائِطَ بِأَمْكِنَةِ الْمَكَانِ .
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَيْنِ الْحَقِّ الَّتِىْ تَتَجَلَّى مِنْهَا عُرُوْشُ الْحَقَائِقِ عَيْنِ الْمَعَارِفِ الْأَقْوَامِ صِرَاطِكَ التَّامِّ الأَسْقَمِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى طَلْعَةِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْكَنْزِ الْاَعْظَمِ إِفَاضَتِكَ مِنْكَ اِلَيْكَ اِحَاطَةِ النُّوْرِ المُطَلْسَمِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ عَلَى آلِهِ صَلَاةً تُعَرِّفُنَا بِهَا إِيَّاهُ 12 x
(جواهر المعاني و بلوغ الأماني في فَيض سيدي أبي العبّاس احمد بن محمد التجاني ، ج 2 , ص 401)
Wirid Wadhifah dibaca 1 kali dalam sehari, bisa di baca shubuh / pagi atau di baca sore / ashar. Di baca sore atau malam lebih utama.
Kalau Di baca 2 kali dalam sehari adalah lebih utama.
C. Wirid Tahlil Atau Hailalah
Wirid Tahlil dilaksanakan setiap hari Jum’at setelah sholat 'Ashar, Wajib di lakukan dengan berjama’ah (jika mempunyai teman).
Ini merupakan syarat pelaksanaan Thoreqot ini. (Kitab Jawahirul Ma’ani, Juz 1, Halaman : 92).
Doa Setelah Melakukan Wirid
يَا سَيِّدَنَا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ هٰذِهِ هَدِيَّةٌ مِنَّا اِلَىْكَ فَاقْبَلْهَا بِفَضْلِكَ وَ كَرَمِكَ يَا سَيِّدَنَا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَىْكَ وَ عَلَى آلِكَ وَ اَصْحَابِكَ وَ اَزْوَاجِكَ وَ ذُرِّيَتِكَ وَ سَلَّمَ (جَزَاكَ اللّٰهُ عَنَّا اَفْضَلَ مَا جَزَی بِهِ نَبِيًّا عَنْ أُمَّتِهِ 3×) وَ جَزَى اللّٰهُ عَنَّا اَصْحَابَكَ وَ عُلَمآءَ اُمَّتِكَ الَّذِيْنَ بَلَّغُوْنَا دِيْنَ الْإِسْلَامِ (رَضِيْنَا بِاللّٰهِ رَبًّا وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَ بِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلًا 3×) صَلَّى اللّٰهُ عَلَىْهِ وَ سَلَّمَ وَ جَزَى اللّٰهُ عَنَّا وَلَدَكَ وَ سَيِّدَنَا وَ سَنَدَنَا وَ عُدَّتَنَا وَ عُمْدَتَنَا وَ اسْتِمْدَادَنَا دُنْيًا وَ اُخْرًى الْاِمَامَ الْقُطْبَ الْمَكْتُوْمَ سَيِّدَنَا الشَّيْخَ اَحْمَدَ ابْنَ مُحَمَّدٍ التِّجَانِى وَ اَزْوَاجَهُ وَ ذُرِّيَّتَهُ وَ خُلَفَائَهُ وَ مُقَدَّمِيْهِ وَ اَصْحَابَهُ وَ اَحْبَابَهُ مِنَ الْاِنْسِ وَ الْجَانِّ رِضْوَانُ اللّٰهِ تَعَالَی عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ غَمِّسْنَا وَ اِيَّاهُمْ فِيْ دَائِرَةِ الرِّضَى وَ الرِّضْوَانِ وَ اَغْرِقْنَا وَ اِيَّاهُمْ فِيْ دَائِرَةِ الْفَضْلِ وَالْاِمْتِنَانِ.
اَللّٰهُمَّ آمِنْ رَوْعَتَنَا وَ رَوْعَتَهُمْ وَ اَقِلْ عَثْرَتَنَا وَ عَثْرَتَهُمْ وَالْطُفْ بِنَا وَ بِهِمْ لُطْفًا عَامًّا وَ لُطْفًا خَاصَّةً وَ اَدِّ مَا لَهُمْ عَلَىْنَا مِنَ الْحُقُوْقِ وَ التَّبِعَاتِ مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ بِمَحْضِ فَضْلِكَ وَ مِنَّتِكَ يَا ذَاالْفَضْلِ الْجَسِيْمِ وَ يَا ذَا الْمَنِّ الْعَظِيْمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ آمِيْنَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
والله اعلم بالصواب
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍۨ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي اِلٰی صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلٰی آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ
بجاه سيّد المرسلين صلّی اللّه عليه وسلّم وبجاه شيخنا وسندنا دنيا واخری سيّدي ابي العبّاس احمد بن محمّد التّجاني رضي اللّه عنه وعنّا به. آمين
Harap Maklum Adanya
ᴹᵒᴴᵒᵑ ᴹᵃᵃf ᴸᵃᴴᵎᴿ ᵝᵃᵗᴴᵎᵑ
sᴇᴍᴏɢᴀ ʙᴇʀᴍᴀɴfᴀᴀᴛ
=== boleh di share====
- boleh dihafalkan plus disebarkan, salam istiqomah bahagia berlomba lomba membaca sholawat al-fatih sebuanyak banyaknya sampai kiamat...
- BERSEGERALAH MENJADI IKHWAN/ ASHAB/ FUQORO/ PENGAMAL THORIQOH TIJAANIYYAH SEBELUM KIAMAT KECIL... TUNTUTLAH ILMU THORIQOH TIJAANIYYAH WALAUPUN SAMPAI KENEGERI BOGOR .... SEBARKAN SALAAM TALQIN....GERATIS....
LAMBANG THARIQOH BAGINDA ROSULULLAH SAW/ THORIQOT TIJANIYAH ADALAH :
لنعل المصطفى صلى الله عليه وسلم.
SANDAL AL MUSTHOFA SAW.
ARTINYA : IKHWAN THARIQAH TIJAANI BERIBADAH MENGIKUTI JEJAK DAN LANGKAH KAKI BAGINDA ROSULULLAH صلى الله عليه وسلم
( MUQIMMUSUNNAH/ MENDIRIKAN/ MENGHIDUPKAN SUNNAH-SUNNAH NABI صلى الله عليه وسلم )
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani Ra berkata..
"Sesungguhnya kedudukan kami di sisi Allah pada hari kiamat tidak ada dari para wali yang memperolehnya"
"Dan sesungguhnya para wali dari masa sahabat sampai di tiupnya sangsakala tidak ada yang sampai pada kedudukan kami dan tidak pula mendekatinya"
" Jiwa Rasulullah Saw dan jiwaku seperti ini (sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah)"
"Jiwa Rasulullah Saw memberikan bantuan kepada para Rasul sedangkan jiwaku memberi bantuan kepada para Quthub , Wali , Sholih dari Zaman Azal Sampai selamanya"
"Setiap Syekh Thoriqoh mengambil dariku pada zaman ghoib dan sesungguhnya para wali masuk ke dalam golongan kami dan mwngambil wirid kami serta berpegangan pada thoriqoh kami dari permulaan wujud hingga hari kiamat"
﷼Kitab Faiddur Rabbani.
Sebarkan Salaam semangat berbagi ilmu ilmu yang bermanfaat by Ashab THORIQOH ROSULULLAH SAW abaalfaqir Ahmad bin Muhammad Alfalimbani
Komentar
Posting Komentar