Postingan

Sedikit Tentang Aqidah Thoriqoh & KH Rd Dadang Masduqi Badruzzaman

Sedikit Penjelasan mengenai Aqidah Thoriqoh Attijani Pegangan ahli thoriqoh Tijani, kesemuanya itu adalah aqidah Ahlus sunnah wal jamaah sebagaimana keputusan hasil mu'tamar thoriqoh tijaniyah di kota fes yang dihadiri para ulama dari tujuh belas negara diantara keputusannya adalah "Sesungguhnya aqidah ahli tashawuf-tijaniyah yang mulia , adalah tetap dalam perjalanan aqidah yang khusus yaitu aqidah ahlus sunnah wal jamaah" Adapun definisi ahlus sunnah waljamaah adalah : "Ahlus sunnah wal jamaah itu ialah : Orag-orang yang memegang sunnah nabi Muhammad SAW dan memegang sunnahnya Khulafaur Rosyidin setelah nabi Muhammad SAW wafat" Umat Nabi Muhammad SAW terdiri atas 73 golongan. dari 73 golongan tersebut yang selamat hanya golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, sedangkan golongan sisanya yaitu 72 golongan masuk kedalam neraka. Sebagaimana hadist dalam kitab MIRQOTUL-MAFATIH syarah dari kitab MISYKATUL-MASHABIH juz awal, halaman 203" "Dari Abdillah Ibni Umar ...

Khalifah Thariqah Tijani Dari Zaman ke Zaman

Gambar
12 KHALIFAH SYAIKH AHMAD AT-TIJANI Saikhut-thoriqoh , Dzurriyah Wa Khulafaus Syaikhul Akbar Syaikh Ahmad At-tijani 1. Syaikhul Akbar Imam Al-Qutbul Maktum Wal Barzakhul Makhtum Wal Khotmu Al Muhammadiyul ma'lum Al-Imam Sidi Ahmad bin Muhammad At-tijani Al-hasani Radhiyallahu 'Anhu #Syaikhut_wa_Muassis_Thoriqoh ( dari 1782 M - 1815 M). 2. Al-Khalifah Sidi Muhammad Al-Kabir (Al-Ghireesii ) putra Syaikh Ahmad At-tijani (1) menjadi Khalifah (1815 M - 1823 M)   3. Al-Khalifah Sidi Muhammad Al Habib putra Syaikh Ahmad At-tijani (2) menjadi Khalifah (1823 M - 1853 M) dan mengalami masa Fathrah Wishoyah dari tahun (1853 M - 1865 M) selama 12 tahun . 4. Al-Kholifah Sidi Ahmad Ammar bin Sidi Muhammad Al-Habib menjadi Al-Khalifah (1865 M - 1897 M) 5. Al-Khalifah Sidi Maulaya Al-Basyir bin Sidi Muhammad Al Habib menjadi Khalifah (1897 M - 1911 M) 6. Al-Khalifah Sidi 'Allal bin Sidi Ahmad Ammar menjadi Khalifah (1911 M - 1920 M) 7. Al-Khalifah Sidi Muhammad Al Kabir bin Sidi Maulaya Al-...

Mengulas Al Khatmul Auliya

AL KHATMUL AULIYA' ADALAH PEWARIS UTAMA KHATMUL ANBIYA' SECARA KHUSUS DAN KAFFAH Rasulullah SAW bersabda: اَلعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ لَمْ يَرِثوُا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا، وَإِنَّماَ وَرَثوُا العِلْمَ وَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَهُ بِحَظٍّ وَاِفرٍ. (رواه البخاري) “Al Ulama’ adalah pewaris para Nabi, mereka tidak mewariskan dinar dan dirham (harta kekayaan), dan mereka semata mata hanya mewariskan ilmu, dan barangsiapa yang mengambilnya, maka ia mengambil ilmu itu dengan keberuntungan yang banyak sekali”. (HR. Bukhari) Dalam hadits diatas, sangat jelas bahwa para ulama yakni para wali (dalam pengertian ini) adalah pewaris para Nabi. Yang dimaksud para Nabi disini jelas bukan hanya Nabi Muhammad SAW, tapi semua Nabi sejak zaman Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu kalau kita mau awas / teliti dalam melihat fenomena ini, maka akan jelas terlihat bahwa terdapat persamaan dan kemiripan antara manaqib (biografi) seorang wali dengan sejarah salah satu Nab...

JANGAN KACAUKAN FREKWENSI

Kami baru saja mendapatkan cerita malam ini dari seseorang yg pernah talqin Tareqat tijani yg belum genap satu tahun. Sebuah studi kasus salah satu ikhwan Bangka baru-baru ini dan kami dapatkan cerita langsung dari yg bersangkutan malam ini (Jum'at 3 Juli 2020). Untuk Identitas kami rahasiakan. Tersebut si Fulan merasakan beberapa waktu kebelakang merasakan "malas" mengamalkan wirid Thoriqoh Tijani bahkan sempat meninggalkan wirid beberapa waktu lamanya. Berselang beberapa waktu setelah itu minta ditalqin ulang oleh Muqoddam yg mentalqin nya semula. Kami sempat bertanya kpd si Fulan kenapa ia meninggalkan wirid sejak beberapa waktu kebelakang. Dari uraian cerita singkat rekam jejak nya ke belakang. Singkat cerita, si Fulan mendatangi lagi Muqoddam yg pernah mentalqin nya bbrp bulan yg lalu. Semula Muqoddam menolak utk mentalqin ulang. Namun, karena ngotot utk talqin lagi. Ya, sudah kamu harus talqin kembali dan harus memperhatikan syarat2nya. Dan, mengqadha semua wirid se...

SYARAT-SYARAT KEWAJIBAN-KEWAJIBAN DALAM THORIQOH AT TIJANIYYAH

Oleh : Zainul Arifin Zhen Thoriqoh At Tijaniyyah dalam mendidik, mengarahkan dan memelihara murid-muridnya yang dalam istilahnya disebut Ikhwan Thoriqoh Tijaniyyah / Ikhwan Tijany, mempunyai syarat-syarat dan peraturan-peraturan, meliputi antara lain : 1. Syarat masuk Thoriqoh Tijaniyyah. 2. Kewajiban atas Ikhwan Tijany 3. Larangan atas Ikhwan Tijany 4. Peraturan dan cara melaksanakan dzikir Thoriqoh Tijaniyyah. Bab Larangan-larangan bagi Ikhwan Tijany 1. Tidak boleh mencaci, membenci dan memusuhi Syech Ahmad Tijany ra. 2. Tidak boleh ziaroh kepada wali yang bukan Thoriqoh Tijaniyyah (khusus mengenai soal Robithoh saja). 3. Tidak boleh memberi wirid Thoriqoh Tijaniyyah tanpa idzin yang sah. 4. Tidak boleh meremehkan wirid Thoriqoh Tijaniyyah. 5. Tidak boleh memutuskan hubungan dengan makhluq tanpa ada idzin Syara’ terutama dengan ikhwan tijany lainnya. 6. Tidak boleh merasa aman dari Makrillah/tipu daya Alloh SWT. Penjelasan : ®. Ziaroh kepada wali yang bukan Thoriqoh Tijaniyyah yang t...

4 kata yang menyebabkan seseorang menjadi sombong

Gambar
Oleh Almaghfurlah Abuya As-sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani " Kita " aku berlindung dari kalimat " Kita " Karena kalimat نحن (kita) , kata para Ulama sebagaimana diceritakan Ayahku(Sayyid Alawi) : 4 kalimat yang merusak seorang hamba, (aku)انا، (kita)عندي، نحن(disisiku) ، لي(milikku) itu adalah perusak seorang hamba, karena disitu ada bentuk kesombongan. ...kok bisa? ini penjelasannya " Aku " adalah ucapan Iblis saat menolak perintah sujud kepada Nabi Adam, sebagaimana di ceritakan dalam Al-A'raf ayat 12: "…..Iblis menjawab AKU lebih baik dari Adam, Kau ciptakan AKU dari Api, sedangkan Adam dari tanah" " Kita/kami " adalah ucapan kelompok Ratu Bilqis saat menghadapi Nabi Sulaiman, sebagaimana di ceritakan dalam An-Naml 33: "..... KITA adalah orang-orang super power" saat utusan Nabi Sulaiman datang, merekapun takut dan akhirnya tunduk. beruntung kerajaannya tidak dihancurkan " Milikku " adalah ucapan ...

Wirid Harian Pilihan (1)

Hasbiyallâhu wa Ni'mal-Wakîl Ketika kegalauannya memuncak, Nabi saw. mengusapkan tangannya ke kepala dan janggutnya, lalu menghela napas panjang dan berucap, "Cukuplah bagiku Allah, dan Dia sebaik-baik pembela" (HR Ibnu Abid-Dunya dalam Adz-Dzikr dari Aisyah r.a.) Apabila dilanda kesedihan atau kegalauan, Nabi saw. berucap, حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْعِبَادْ، حَسْبِيَ ا لْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوْقِيْنَ، حَسْبِيَ  الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوْقِيْنَ، حَسْبِيَ الَّذِىْ هُوَحَسْبِيْ، حَسْبِيَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّاهُوَعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ḥasbīyar rabbu minal-ʿibād, ḥasbīyal kẖāliqu minal-makẖlūqīna, ḥasbīyar-rāziqu minal-marzūqīna, ḥasbīyal-laḏiy huwa ḥasbī, ḥasbīyal-lahul-laḏī lāa ilaha illā huwaʿalaīhi tawakkaltu wahuwarabbul-ʿaršil-ʿaẓīmi "Cukuplah bagiku Tuhan dari para hamba. Cukuplah bagiku Sang Khalik dari para makhluk. Cukuplah bagiku Sang Pemberi rezeki dari para penerima rezeki. Cukuplah bagiku Dia Yang cukup bagik...